Akusisi Klub Tidak Seluruhnya Berakhir Manis, Untuk Newcastle

Premier League akuisi

Bilikbola – Konsorium Arab Saudi dilaporkan hendak selekasnya mengakusisi Newcastle United. Tetapi, sejarah mencatat tidak seluruh akusisi klub dengan dana besar berakhir manis.

Newcastle dikabarkan terus menjadi dekat buat diakusisi oleh satu buah konsorium para investor dari Arab Saudi di dasar komando Pangeran Salman. Mereka diujarkan siap membeli kepemilikan The Magpies dari Mike Ashley senilai 300 juta paun.

Harapan pula menyeruak buat para fan Newcastle kalau regu kesayangan mereka bakal lepas dari tangan Ashley yang populer pelit. Lebih- lebih, konsorium Arab Saudi ini diujarkan memiliki dana melimpah buat menyulap regu rival Sunderland ini selaku bertabur bintang demi merengkuh prestasi.

Metode yang sama tadinya telah sukses mengatrol prestasi Manchester City serta Paris Saint- Germain. Semacam yang sudah banyak dikenal, kedua klub ini melejit usai diakusisi konsorium dari Timur Tengah.

Tetapi, tidak seluruh akusisi klub dengan yang mengaitkan dana besar berujung kesuksesan. Dalam sebagian permasalahan harapan besar dari investor yang royal malah berganti jadi mimpi kurang baik sebab klub malah salah urus. Anzhi Makhachkala serta Malaga FC jadi salah satu contohnya.

Akuisi Pada Anzhi Makhachkala

Akuisi Pada Anzhi Makhachkala

Anzhi tiba-tiba jadi regu kaya sehabis di akusisi oleh Suleyman Karimov pada 2011. Mereka langsung mendatangkan Yuri Zhirkov, Christopher Samba, serta Samuel Etoo.

Pada masa selanjutnya giliran Lassana Diarra serta Willian yang didaratkan beserta dengan pelatih sarat pengalaman Guus Hiddink. Hasilnya prestasi Anzhi melejit dari regu papan tengah ke peringkat ke- 5 pada 2011/ 2012 serta urutan ke- 3 pada masa 2012/ 2013.

Tetapi semusim berselang Karimov tidak lagi jor- joran. Dia terlebih lagi mulai melego para pemain bintang Anzhi.

Prestasi Anzhi anjlok di masa 2013/ 2014 usai terdegradasi ke divisi 2 usai cuma menempati peringkat ke- 16 di Liga Rusia. Anzhi sehabis itu memanglah sanggup promosi, tetapi mereka tidak sempat lagi jadi regu papan atas. Karimov sendiri melepas sahamnya di Anzhi pada 2016 silam.

Akuisi Pada Malaga FC

Akuisi Pada Malaga FC

Pengusaha Qatar, Muhammad Nasser bin Abdullah Angkatan laut(AL) Thani mengganti peruntungan Malaga FC usai membeli saham regu asal Andalusia ini di masa 2010. Dia langsung bersolek di dasar kepemimpinan Angkatan laut(AL) Thani.

Mereka mendaratkan Julio Baptista, Martin Demichelis, Joaquin Sanchez, Jeremy Toulalan, Santi Cazorla, sampai Ruud van Nistelrooy. Pada masa 2011/ 2012, Malaga sukses menembus Liga Champions usai finis di urutan keempat Laliga.

Kiprah Malaga FC di Liga Champions semusim berselang pula tidak kalah mempesona. Mereka sanggup menembus perempatfinal saat sebelum dikandaskan Borussia Dortmund.

Tetapi sehabis itu, Malaga malah terlilit permasalahan keuangan. Mereka pada masa 2013/ 2014 dilarang tampak di kompetisi Eropa sebab dikira melanggar ketentuan Finansial Fair Play(FFP).

Sejalan dengan perihal itu pendanaan Al- Thani ke Malaga mulai seret. Malaga kembali ke statusnya bagaikan regu papan tengah saat sebelum terdegradasi ke divisi Segunda pada masa 2017/ 2018.